Nama Saya Prabowo Sudiro, Mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang. Saya telah mengikuti banyak kegiatan untuk mengembangkan potensi dalam diri saya, banyak UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ) telah saya ikuti, dan juga organisasi dari internal maupun eksternal. Sebagian besar kegiatan yang saya ikuti dilaksanakan pada malam hari, hingga sudah terbiasa pulang ke kos sekitar pukul 23.00.
Pada saat ini, masih banyak beredar kabar berita dikoran maupun televisi mengenai kasus begal, bahkan pelaku begal tidak hanya merampas barang korban, namun tega melakukan kekerasan sampai melakukan pembunuhan. Disetiap kota besar memiliki daerah rawan, tempat yang sepi,dan tentu saja jauh dari rumah pemukiman, namun pada saat menjelang hari lebaran, banyak pula kabar beredar begal banyak melakukan aksi tidak hanya menghadang atau menunggu ditempat yang sepi, namun berani melakukannya ditempat umum, terlebih jumlah anggota mereka yang banyak, membuat mereka semakin berani untuk melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Kebutuhan menjadi salah satu faktor penyebab seseorang melakukan tindakan tersebut. Masyarakat benar-benar sangat kesal,Marah, bahkan hingga brutal, sudah beberapa kali terjadi, Begal dihakimi masa hingga berakhir dengan kematian.
Ada beberapa orang telah mengingatkan saya untuk tidak pulang pada larut malam, karena tentu saja mereka khawatir, saya menjadi salah satu korban begal di Semarang, namun hal tersebut tidak bisa saya lakukan, karena keluar dari kegiatan menurut saya tidak menjadi solusi yang tepat, jadi saya putuskan untuk tetap menjalani kegiatan saya, akan tetapi saya harus tetap berhati-hati untuk memilih jalan yang tepat pada saat melakukan perjalanan ke kos.Sebenarnya kegiatan kampus, sebagian besar selesai pada pukul 22.00, namun saya selalu pulang larut malam karena lupa waktu, karena asik bermain Handphone maupun Laptop dengan wifi gratis :D .
Malam ini selesai kegiatan,saya akan mengerjakan tugas sampai selesai, akhirnya tugas tersebut selesai pada pukul 00.15 , dalam hatiku memiliki firasat yang tidak baik, "Apa sebaiknya saya tidak usah pulang, tidur disini saja" tempat yang tidak nyaman dan tidak terbiasa mengakibatkan saya sulit untuk tidur, sehingga pada pukul 00.40 saya putuskan untuk pulang ke kos saja, perjalanan pun saya lakukan, walau dengan perasaan yang tidak enak. Sepi,Sunyi dan gelap membuat perasaan ini semakin memburuk, ditengah-tengah perjalanan, ada kelelawar yang menabrak arah muka saya, untung pada saat itu posisi jalan lurus,sehingga pada menghentikan laju roda motor secara mendadak, keadaan motor saya stabil dan tidak terjatuh,Suasananya semakin memburuk, setelah ditabrak oleh kelelawar, bulu halus ditanganku semuanya berdiri, kalau didaerah saya namanya "merinding",. waktu arah belokan disitu jalan telah dipalang dengan kursi memanjang dan tumpukan kayu, diatas kursi terlihat orang sedang duduk dengan memegang besi yang memanjang, di jalan yang sempit, saya tidak bisa memutar motor untuk melarikan diri, dalam pikiran saya "Apa sebaiknya saya tabrak saja ?" namun tidak saya lakukan, akhirnya saya mengingat pesan kata Pak Ustad "Jika nanti kau dibegal, dia meminta barangmu, Jangan dikasih, jika dia melawan, lawanlah.. jika kamu mati, kamu akan masuk surga, jika begal yang kamu lawan mati, maka dia akan masuk surga, dan kamu tidak bersalah" Mengingat perkataan tersebut membuat saya sedikit memiliki keberanian untuk turun dari motor, kemudian saya juga ingat, saya juga menjadi atlet karate, mungkin tiba saatnya saya mempraktekan secara nyata untuk bela diri, kemudian saya turun dari motor, dengan jantung yang berdetak kencang, lebih kencang dari jatuh cinta, dua orang dari belakangnya menuju ke tempat dia, jantung ini semakin berdetak tidak beraturan, jika tadi berbunyi dug dug dug secara cepat, maka sekarang iramanya berubah menjadi dug, dugdug dug dugdugdug dug dug dug, tidak beraturan, akhirnya saya turun dari motor, dan dia pun berdiri, menunggu mereka datang menghampiri, sambil menyiapkan dengan segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi, tentu saja dengan berdoa dalam hati, ngumpulin keberanian, mikir strategi penyerangan,bertahan dsb terutama menghindari besi yang dipegang orang tersebut atau bahkan berusaha merebut senjatanya, dan akhirnya dia berdiri dan menghampiri, lalu berkata "Maaf Mas, Jalan masih diperbaiki, silahkan puter arah" HAHAHA.. lega rasanya, ternyata saya salah mengira, dia mendekat karena habis banyak makan gorengan sehingga tidak bisa bersuara dengan keras, dan dia disitu memang ditugaskan untuk memberitahu rute perjalanan memutar, dan teman-temannya yang akan menghampiri dia, ternyata untuk mengambil makanannya yang ditaruh dikursi memanjang tersebut.